Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Bokeb Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. Penny’ku. Penny’ku. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya.




















