Dan aku katakan, naikkan saja baju kaosnya sehingga aku dapat memeriksa ketiaknya, dan aku katakan jangan malu, toh tidak ada siapapun di rumah. Kulihat Lia masih meneruskan pekerjaannya di ruang lain, aku rebahkan diriku di sofa depan TV ruang keluarga kami. Bokep Tidak lama kemudian aku perhatikan dia berkata sesuatu, pamitan, dan perlahan meninggalkan rumah. Semakin baik pikirku.Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Lalu aku katakan bahwa dia harus memotong bulu ketiaknya jika ingin BBnya hilang. Akupun bangun ke kamar mandi untuk buang air kecil.Seperti biasa aku lepas celana dalamku dan kupakai handuk lalu keluar mencari sesuatu untuk minum. Dengan muka sedikit malu, Lia tetap tertidur di sampingku di sofa tersebut. Hingga terpampanglah buah dadanya yang berukuran cukup besar dengan puting besar coklat muda.




















