Hampir dua jam Pak Herman menjadikan tubuhku sebagai bulanbulanan nafsu seksnya.Bukan main! Iya Pak, ambil beberapa barang dagangan, jawabku biasabiasa saja.Seperti biasa aku terus saja nyelonong masuk ke ruang dalam untuk mengambil barang yang kuperlukan.Tak kusangka, Pak Herman mengikutiku dari belakang. Bokep Colmek ancamnya serius. jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu.Kuletakkan barang dagangan di meja dan rasanya ingin sekali aku memeluk ibu dan memohon maaf serta menceritakan apa yang telah dilakukan suaminya kepadaku.Tetapi hati kecilku melarang. Kemudian ia membuka pakaiannya sendiri. Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku.Ya Tuhan, ampunilah segala dosadosaku ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. Meski mendapat dana pensiun tetapi amat kecil jumlahnya. Ia memperkosaku berkalikali tanpa belas kasihan. Gila bukan?Dan memang, ketika pada suatu sore ibu sedang pergi ke luar kota dan Pak Herman mandatangiku lagi, aku tak menolaknya.










