“Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. Jika menang suamiku akan memberikan oleh-oleh yang banyak kepada kami. Bokep Asia “Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. “Kita jalankan saja peran masing-masing. Kemudian setelah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah jalan keluar kepadaku untuk melunasi hutang-hutangku dengan sebuah syarat”, ucap Mas Aryo. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Aryo. Dalam hati aku berdoa agar Mas Aryo cepat pulang ke rumah, sehingga aku tidak perlu berlama-lama mengenalnya.Untung saja tak lama kemudian Mas Aryo pulang. Dia menagih utang, dan aku hanya sanggup membayar setengah dari keseluruhan utangku. Mungkin Mas Aryo sudah bisa melunasi hutangnya. Toh dia juga yang membelikan gelang itu. Aku tak pernah menyangka jika Mas Aryo tega menjual tubuhku. Ketika pertama kali aku mengenalnya, dia adalah laki-laki yang baik dan selalu menjagaku dari berbagai godaan laki-laki lain. Dia menikmati sajian makan malam tanpa banyak bicara, Aku juga menanyakan apa saja yang dibicarakannya dengan Bondan.




















