Ada perasaan bimbang juga bagaimana bila Rosa, atau Farhan anaknya Bimo mengenaliku bukan Bimo.Sesampainya di rumah, yang membukakan pintu bukanlah Rosa melainkan Mbok Rusti pembantu setia keluarga Bimo.Dalam foto-foto yang dipajang di dinding nampak wajah cantik Rosa, hmm aku pasti bahagia seminggu ini menggantikan Bimo.“Ibu belum pulang pak, bapak mau minum teh atau kopi? Vidio XNXX tanyaku kaget dengan mata melotot. “Hahaha… sudah kuduga kamu pasti akan menyerah Di, ok lah kita bertemu siang ini di kantin biasanya”,Aku dengar gelak tawa Bimo di ujung telepon sana.Sesampainya di rumah, seperti biasa dengan senyum indahnya, Yuni menyambut kedatanganku. Meski baru sehari aku tidak merasakannya, serasa setahun aku tidak menikmati masakan lezat itu.Ku lihat bola matanya lebih dalam, kulihat sorot mata kelelahan. Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan Nadia. Meski di rumah tidak ada pembantu rumah tangga, namun istriku mampu mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah dengan baik. Mataku sempat melirik sebuah foto pernikahan di dinding dengan tulisan dibawahnya: Yuni & Adi.




















