“Kalo aku minta dipuasin yang lainnya, Ines mo muasin aku gak”, langsung kujawab, to the point juga. Film Porno Ines terengah-engah merasakannya. “Kalo napsu sih dari tadi Nes”. Dalam perjalanan pulang, kami ngobrol ngalor ngidul, Ines sangat open. Aku menyuruh Ines membuka kelopak matanya. “Ines mo liat duluan, buka aja ritsluitingnya”. “Wah, kalo gitu kamu dah napsu banget dong Nes. Aku menahan tangan Ines ketika dia mencoba untuk menurunkan tali BH-nya dari atas pundaknya. Kulumat bibir Ines sambil perlahan-lahan menarik kontolku untuk selanjutnya kubenamkan lagi. Sprei ranjang sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali. Ines bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. aku berkonsentrasi penuh dengan menuntun kontolku yang perlahan menyusup ke dalam nonok Ines. Memang harus kuakui tubuhnya begitu menarik dan memikat, penuh dengan sex appeal. “Sendiri mas, mas mo nganterin Ines pulang”, dia minta to the point. Aku juga merasakan hal




















