“Ha? maaf..” Aku beringsut ke bangkuku sendiri, menutup mukaku dan menangis seperti seorang anak kecil. Bokep Jepang ah.. “Bagaimana bisa pengertian kalau sifatnya seperti itu terus?”
“Yaahh.. “Ahh.. Gila, aku tahu kamu protes atas ucapanku, hahahaha. Kuhisap putingnya, menyaksikan pori-porinya yang membuka saat kujilati kulit dadanya. nggak pernah ada apa-apa kan?” Aku tersenyum kepadanya.“Thanks..”
“Your welcome, Ray,” jawab gadis manis itu sebelum menghilang di balik pintu rumahnya. umm.. my lady.”Ternyata begitu, hmm.. hh..” kuraasakan keringat di permukaan perutku. “Kamu baik..” kataku lirih nyaris tak terdengar. bagaimana yah?” Nia terlihat bingung, matanya menatap jendela, melihat pepohonan yang seakan berlari. Nikmat! aku juga minta maaf..” Akhirnya siasat ini memang tak pernah gagal.Nia diam saja saat aku membalikkan tubuhku dan mengecup bibirnya. “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang.




















