Dan dengan alat pengukur tsb, ia mulai mengukur jarak antara “instrument-instrument” di dalamnya, seperti klitoris, lubang urinior dan liang peranakan, tak lupa juga Sigmund mengukur berapa jarak antara anus dan vagina mahkluk bumi tsb. Namun sang Reva tidak mempercayainya begitu saja, hingga akhirnya Elf berwajah tampan tsb nekat mengajak Reva mengelilingi planetnya dengan UFO-nya agar si cantik mempercayainya.Selama perjalanan ‘bertamasya’ mengelilingi planet Elfmund, Reva benar-benar tak percaya dangan apa yang dilihatnya, bahkan beberapa kali ia menampar pipinya sendiri, memastikan bahwa ia tak sedang bermimpi. XNXX Jepang yyuuuu !! Puas “berkenalan” Sigmund pun mencabut telunjuknya dari memek si cantik.Timbul keinginan untuk menganalisis bagian yang baru saja di kobelnya, Sigmund meraih sebuah alat kedokteran bernama Speculum lalu mulai memasukannya ke dalam vagina Reva, tentu saja setelah melumurinya dengan pelumas yang sama.Setelah speculum masuk dengan sempurna, dengan hati-hati Sigmund menarik tuasnya, hingga bagian ujung alat tsb yang menyerupai gunting, mendongkrak pelan belahan vagina si cantik, memeperlihatkan bagian dalamnya secara gamblang.Kini, dengan speculum, Sigmund bisa




















