Saya nggak bisa konsentrasi, kepala penuh dengan pikiran, gimana caranya supaya nanti kalau pulang sudah punya cukup uang untuk bayar kontrakan. Kita mesti bikin senang yang nonton.”Lama-lama saya biasa juga memakai riasan seperti itu, malah saya jadikan guyonan sama Simbok.“Mbok, aku wis saban hari jadi penganten, ntar kalau nikah beneran mesti kayak apa diriasnya?” Rias wajah yang tebal jadi bagian seragam kerja saya, sama seperti kemben, kain batik, dan selendang.Tapi memang yang namanya nasib itu jalannya nggak ada yang tahu. Bokep japan Sebulan-dua bulan sesudah Juragan ngambil kegadisan saya, saya jadi makin berpengalaman sebagai lonte. Basah dan hangat. Yang ada saya bakal diusir, nggelandang, dan…ujung-ujungnya sama saja. Duh, waktu pertama kali nyoba itu, saya jejeritan. Mungkin dia lihat mata saya ketakutan setengah mati.“Buka kembenmu,” katanya.Dia taruh selembar uang Rp50.000 di samping saya. “Bagus, Denok. Saya pikir mungkin dua puluh atau lebih.










