Kemudian ia lanjutkan helai terakhir dan, wah.. Bokep Mama Dan kembalilah jari-jariku bekerja. Mas Tono!” kupanggil namanya beberapa kali.Dan seperti bangun dari mimpinya, dgn sedikit terhentak Mas Tono tersadar kembali.“Oh, mm, kamu ambil bajunya terus bawa ke sini, biar Mas Tono yg pakein.”Kupilih salah satu t-shirt di dalam lemari, juga kaus dalam, CD, dan celana pendeknya, dan kemudian memberikannya pada Mas Tono. Saat kejadian itu menimpaku, aku sedang duduk di semester 2. “Ternyata kamu udah besar, yah!” ucapnya sambil tersenyum. Lidah kami saling bertemu. Namun kemudian aku tersadar kembali oleh suara Mas Tono.“Ayo dong Jon!” pintanya.“I-iya.” jawabku.Kubuka mulutku agak lebar, mendekatkan wajahku sampai akhirnya mendarat di permukaannya. Kemudian ia melepaskan pakaianku sambil menikmati ciumanku di bibirnya. Aku bekerja menjadi salah seorang penjaga meja, sekaligus merangkap pramusaji di club tersebut, kadang kadang aku merasa sangat lelah dan letih, apalagi jika aku harus terpaksa pulang larut malam dari tempat kerja.




















