Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tersenyum Tomo mengecup kepalaku sambil mengelusnya.“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Vidio XNXX Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.“Tomo sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Aku berteriak.“Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”Tomo menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Kenapa? tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Tomo memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.“Ya Tomo..aku adalah milikmu. Mukaku terasa panas. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Tomo menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya.Aku memilih untuk diam. Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.“Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula.




















