Keesokan paginya, jam empat pagi aku bangun dengan pikiran kusut tak karuan. Bokep Rusia Aku cinta sama kamu!” Aku menunduk dalam- dalam. Beberapa perempuan mengajakku juga. Merenggangkannya. Ambil baju dan handuk, aku terus kembali mandi. Saya mengerti kalau nanti Kakak harus pergi. Jadi, aku menunduk lebih dalam, menggunakan bibirku, lidahku, mulutku. Kami sudah, well, sering nonton pasangan yg begituan di sana sini. Selesai menyediakan mie di atas meja makan, aku terus ke kamar Kak Edo. Aku masih bersimpuh di lantai. Beberapa perempuan mengajakku juga. Membersihkan air mani Kak Edo di sana sini. Aku sungguh mau menjadi budaknya.“Haaahhhhh…. Aku tak tahan lagi. Bawa ke tempat cucian, masukkan ke ember untuk direndam semalam. Aku menjilatinya, membersihkannya.Aku senang mendengar rintihan nikmat Kak Edo. Handukku tersibak terbuka. Mengambil pisau cukur dan krim punya Bapak, aku menyemprotkan busa putih di rambut kemaluan, lalu mulai mencukur.10 menit kemudian aku selesai dan bersiram di bawah pancuran air hangat. Jadi pagi-pagi dihabiskan dengan mencuci celana dalam, daster, dan seprai.




















