Nyonya Hana lalu menyuruhku untuk memasuki ruang belakang. Kali ini sasarannya adalah kemaluanku. Vidio Sex Dan kini aku diperlakukan tidak lebih dari seekor binatang. Pelan-pelan aku keluar dari pepohonan saat jalan raya sepi. Dada, perut dan paha tidak luput dari tetesan cairan lilin panas. Aku tidak lebih dari kelinci percobaan Nyonya Hana.Ternyata Nyonya Hana belum puas. Sedangkan Nyonya Hana, dia memiliki hak penuh untuk melakukan apa saja yang disukainya kepadaku. Sebentar kemudian sebuah mobil pick up yang bagian belakangnya penuh dengan penumpang terlihat dari jauh. Aku menurutinya. Aku langsung tertidur dan baru dibangunkan oleh Nyonya Hana dini hari keesokannya. Sekitar pukul delapan malam. Nyonya Hana tertawa terbahak-bahak melihatku kesakitan dalam keadaan telanjang dan terikat tidak berdaya. Aku melumuri seluruh badanku dengan lumpur termasuk wajahku. Di sana terdapat sebuah tiang melengkung berbentuk huruf U terbalik yang lebih tinggi dariku.




















